Tampilkan postingan dengan label penerbit Andi Publisher. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penerbit Andi Publisher. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 April 2017

Buku Alpukat


Buku Seri Apotek Dapur: Sehat Tanpa Obat Dengan Alpukat

Hai dunia.
Saya hadir kembali di dunia blog.
Lihat tahun postingan koq baru sadar. Saya telah lalai dan abai. Ah kasihan!

Tapi tidak lalai untuk menulis buku dong.

Ini penampakan buku terbaru saya Sehat Tanpa Obat dengan Alpukat.
Meski sudah sejak November 2016 terbit, tak menjadikannya buku basi kan?

Buku ini benar-benar menguras tenaga. Sempat muncul ide lalu redup karena patah arang. Ah kenapa ya ide tidak bisa mengalir seperti air? Ide harus digali dari sudut mana pun.
Demikian juga tatkala saya memutuskan berani bolak balik beli alpukat demi uji coba minyak alpukat yang sungguh lembut di tangan itu..ah harga mahal hasil setimpal.
Sungguh, setelah buku ini lahir, saya girang.
Perasan minyak alpukat yang susah didapat membuat saya tidak bisa tidur berhari-hari.
HIngga akhirnya tetesan itu melecut saya meneruskan buku ini hingga rampung.

Tetesan minyak, kupasan alpukat dan serbuk biji alpukat menjadi penanda yang pas. Betapa alpukat dan juga buah lainnya yang bermanfaat di muka bumi ini sangat menarik untuk dikupas. Yuk coba beli dan baca buku ini. Kini disini di toko ini, telah diskon 20% lo.. wow banget!


Minggu, 25 Oktober 2015

Menclok itu Baru Oke

Seorang sahabat bercerita, ia sedang suka menclok sana sini. Mencloknya tentu dalam maksud yang baik. Ya pastinya. Sebab kebiasaan menclok dia membuat saya pun tergiring untuk berbuat yang sama. Membuat saya tak segan memisahkan diri untuk sekedar menclok beberapa saat menjauh dari duniawi dan hingar bingarnya yang memusingkan kepala.

Sejak sahabat saya suka bersemedi di rumah ibadah, dimana pun ia melihat dan waktu memanggilnya. Sejak itu saya tergoda mencicipinya. Sejak itu saya merasakan nikmat yang sama. Sejak itu ada yang hilang jika saya nggak menclok sejenak hanya untuk melaporkan kesedihan saya dalam menghadapi si kecil yang mudah marah, saat saya tak bisa melunasi hutang saya, saat saya tidak akur dengan salah seorang ibu yang mudah marah, saat saya galau dengan dateline dan saat saya nggak dapat honor dari tulisan saya. Uhuk uhuk uhuk...

Sahabat saya memang baik hati. Dan saya bersyukur bukan karena dia tapi karena Dia. Saya bersyukur karena dengan bantuaNya dan melalui sahabat saya, saya jadi semangat hidup lagi. Jadi semangat menulis lagi dan jadi semangat cari duit lagi. Pastinya semangaaaaat untuk istiqamah.

Iya itu harus. Memasuki tahun baru islam, saya juga harus menjadi sosok yang baru. Yang menampilkan hati baru dihadapaNya dan membuat tulisan baru yang lebih segar. Agar pembaca saya tidak jenuh dan bahagia saat pegang buku saya yang baru.

My New Book