Tampilkan postingan dengan label resensi buku anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi buku anak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Desember 2014

Resensi Buku Cerita Rakyat Jepang

Bertualang ke Masa Lalu Negeri Sakura

Judul buku    : Cerita Rakyat Jepang
Penulis            : Ari Kinoysan
Cetakan          : I, Desember 2013
Penerbit          : Nyo-nyo
Tebal              : 79 hal
Harga             : Rp.22.500

cover dr sini
             Negeri matahari terbit tak hanya dikenal dengan kuil, Gunung Fuji atau bunga sakura saja. Negara termaju di Asia tersebut juga memiliki segudang kisah yang layak dibagikan kepada anak-anak seluruh dunia, termasuk Indonesia. Simak saja kisah Momotaro, seorang anak kecil yang akan membagikan kehebatannya dalam menaklukan raksasa, atau seorang Issun Boshi, yang terlahir kurang sempurna namun penuh percaya diri berhasil menjadi sosok samurai gagah berani. Atau  Kenalan juga yuk dengan Sakata Kintoki, prajurit yang berhati lembut dan kuat dan legenda laut ternama Urashima Taro.
            Siapa lagi ya yang akan menemani perjalananmu di Jepang? Ada Putri Kaguya yang terbang ke bulan dan Tanabata yang berubah menjadi bintang Altair. Hanya itu? Tentu tidak, masih banyak. Semuanya ada dua belas cerita berbeda yang mengajarkan kesabaran, kasih sayang, balas budi juga cinta terhadap alam dan binatang.    .
            Hei disini juga ada Hanako! Pernahkah kamu mendengarnya? Gadis manis penghuni toilet sekolah itu ditakuti anak-anak Jepang. Mengapa ya? Bukankah dia anak yang baik? Buku ini akan mengajakmu mengetahui asal muasal ceritanya. Demikian juga dengan cerita yang lain.

            Jadi selain mendapat hiburan, kamu akan mengenal kehebatan masyarakat Jepang di masa lalu dan perilaku teladan mereka. Tidak mengherankan jika setelah membaca buku ini kamu jadi lebih bersemangat dalam belajar dan berusaha seperti semangat gambaru (semangat rakyat Jepang dalam bekerja keras)? Yuk baca kelanjutannya bersama ayah ibu dan teman-temanmu!

Senin, 17 November 2014

Resensi Buku Misteri Taman Berhantu

Resensi ini dimuat di koran lokal Banyumas, Satelit Post 16 November 2014.

Menguak Misteri Kain Hitam

Judul buku          :               Misteri Taman Berhantu
Penulis                 :               Fita Chakra
Cetakan               :               I, April 2014
Penerbit              :               Kiddo
Tebal                     :               137 Halaman

            Suasana kemah menjadi gaduh. Amel dan teman-teman melihat bayangan hitam terbang di antara pepohonan dekat air terjun. Seluruh siswa menjadi takut karena gosip hantu menyebar dengan cepat. Mereka ingin segera pulang dari Taman Bantimurung. Namun tidak demikian dengan Amel dan Laras. Amel mendapat firasat, sesuatu sedang terjadi di taman itu. Ia pun teringat kain hitam yang dilihatnya di Museum Kupu-kupu. Amel mengajak Laras kembali kesana.
            Di Museum, Amel dan Laras mendengar pembicaraan rahasia. Antara Pak Wisnu dan Daeng tinggi. Mereka pun nekat mengikuti mobil Pak Wisnu. Dengan gesit keduanya masuk ke belakang mobil. Disana mereka menemukan beberapa sangkar kupu-kupu hidup langka. Laras kini percaya, kupu-kupu langka itu siap dijual. Kain hitam, sangkar dan kupu-kupu adalah            kuncinya.
            Sayang, aksi Amel si pemberani ketahuan. Ia tertangkap dan disandera para penculik. Laras pun panik. Satu-satunya jalan adalah menghubungi Sekar, saudara kembarnya. Dibantu Marizio dan Nathan, mereka berusaha membebaskan Amel. Berhasilkah mereka keluar dari sarang pencuri? Lalu bagaimana nasib pencuri dan kupu-kupu itu?
            Buku Misteri Taman Berhantu ini adalah seri kelima dari seri misteri favorit yang ditulis secara apik oleh Fita Chakra. Laras, Amel, Sekar adalah tokoh utama buku ini. Latar belakang kisah diambil di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, sebuah tempat wisata yang indah di Sulawesi Selatan dan patut menjadi kebanggaan anak-anak Indonesia. Di dalam buku setebal 137 halaman ini, orangtua maupun anak akan mendapatkan informasi sejarah Taman Bantimurung; pengetahuan tentang kehidupan kupu-kupu – ulat hingga kupu;. nama latin kupu juga kupu-kupu khas Bantimurung. Jadi selain berkisah tentang aksi petualangan, buku ini mengandung banyak informasi dan mengajarkan kebaikan salah satunya selalu berprasangka baik terhadap siapa pun. Pasti seru menimba ilmu sambil bertualang bersama Amel dan teman-temannya!