Tampilkan postingan dengan label komunitas ummi online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komunitas ummi online. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juni 2015

Lowongan Penulis Ummi Online

Baru aja dapat info, dibukanya kembali lowongan pengisi blog (Penulis artikel)  Ummi Online (Majalah Digital Ummi) Edisi Juli. Syaratnya?
Check this:
  1. Terbuka bagi siapa pun yang berusia minimal 18 tahun
  2. Diutamakan memiliki whatsapp agar tergabung dalam Komunitas Ummi Online
  3. Membuat contoh artikel
  4. Mengirimkannya ke ummiannida.digital@gmail.com

Pengalaman menulis saya di Ummi Online, pernah saya tulis disini http://kettyh.blogspot.com/2015/04/menulis-untuk-majalah-ummi-online.html

Monggo... selamat mencoba beramal shalih melalui tulisan di media ini, karena batas waktu pengiriman hanya sampai tanggal 1 Juli. Buruan yak.... dan jangan lupa baca bismillah saat klik send :)
 

Sabtu, 18 April 2015

Menulis Untuk Majalah Ummi Online

Nyaris 40 hari blog ini kosong. Kemana hei?

Begitulah..memiliki blog lebih dari satu seringkali tidak mampu bersikap adil. Yang satu diurusin, yang lain terlupakan. Tetap diingat sih, Hanya kurang dipelihara. Jika blog ini manusia, bisa jadi dia sudah sekarat tak bernyawa.

Sebulan ini, ada kegiatan yang sedang saya optimalkan, yakni menulis artikel untuk ummi-online.com. Sejak resmi bergabung, hanya kisaran 10 artikel yang sanggup saya tulis. Alasannya? Menulis artikel di majalah online berbasis islami, cukup berat. Saya tak punya pengalaman banyak sebab pemahaman agama pun masih cethek. Tapi ya kembali ke niat...saat Allah mengabulkan doa saya, maka tak ada salahnya mensyukuri dan mengerjakannya dengan lillahi ta'ala. 

Alhamdulillah, naskah alpukat sudah diserahkan jadi hati lapang dan dimudahkan untuk mencari referensi tulisan. Bagi kontributor ummi-online.com, syarat artikel yang baik harus disertai referensi. Minimal dua buku atau tiga website. Maksimalnya? Terserah..semakin banyak semakin baik koq. 
Setelah mengumpulkan sumber, kontributor perlu menyusun tulisan dengan bahasa yang menarik dari versi dirinya sendiri. Menurut saya, ujiannya tuh disini. Menulis yang tidak asal nulis,..buat beda untuk menampilkan sesuatu yang "wow" di majalah ini. Daaan, lambat laun. Semua itu membuat otak terbiasa.

Tema kesehatan adalah tema yang saya sukai sejak dulu. Itu sebabnya, tema ini jadi tombak karir menulis di majalah online ini. Memang, tak hanya tema fikih wanita, keluarga islami dan hal-hal yang berkaitan dengan islam saja yang diangkat. Majalah Ummi Online juga menyajikan topik kecantikan, pendidikan anak, ibu hamil, keluarga samara dan psikologi kehidupan. 

Bagaimana bisa masuk kesana?
Jejaring pertemanan di dunia maya. Mbak Meti Herawati yang mencolek saya sehingga saya pun tergoda untuk berusaha. Qadarullah, saat mengklik "send" via email, saya adalah pendaftar ke-50. Artinya saya pendaftar terakhir malam itu. Kurang lebih dua minggu, kami semua dipersatukan melalui jalinan grup whatsaap. Emak-emak, bapak-bapak dan teteh-teteh yang seru dan alhamdulillah punya prestasi yang tidak  menimbulkan iri hati. Yang jempol adalah admin yang senantiasa menjadi pengingat dan penegur yang baik pada kontributor. Meski banyak kontributor sudah emak-emak banget, mereka tetap tawadhu...saya pun sering tersipu, malu!


Soal honor?
Saya belum mendapatkannya. Best Contributor belum bisa disandang. Jika maksimal, pasti bisa dan dapat rupiah..aaaamiiiin!

Yang bikin betah?
Hari ini saya menyukuri ridha Allah yang mengijinkan saya ada bersama Komunitas Ummi Online. Saya bersyukur tiada henti karena bertemu dengan teman-teman di dunia maya yang saling mengingatkan dan tiada henti berpegang pada Al Quran dan Hadits. 

Saat galau dan terpuruk..saya kembali bersemangat berkat bantuan Allah. Alhamdulillah. Sekiranya benar janji Allah, tempat bersandar yang baik hanyalah Allah semata. Maklum, penulis lepas seringkali naik turun tak bersemangat.

Rabu, 04 Maret 2015

Membeli Tiket Surga dengan Tulisan (Behind the Scene Komunitas Ummi Menulis)

Bisakah tiket ke surga dibeli dengan tulisan? 


http://www.minterest.org/

Sebuah catatan yang ditulis oleh Syamsa Hawa

Logika sederhana saya, jika rajin berwudhu bisa mengantar Sahabat Bilal ke surga, memberi minum seekor anjing yang kehausan bisa mengantar seorang wanita tuna susila ke surga, dan memaafkan kesalahan orang di hari itu bisa menjadikan seorang sahabat yang terlihat biasa-biasa saja sebagai ahli surga, maka seharusnya tulisan pun bisa membawa penulisnya ke surga.

Saya juga percaya bahwa ada tulisan yang membawa penulisnya ke neraka, misalnya... Tulisan yang merangsang pembacanya untuk berbuat mesum, tulisan yang membangkitkan nafsu membunuh, atau tulisan dengan efek mengerikan lainnya. Jadi memang tulisan adalah sarana yang efektif, mau ke surga atau neraka, tergantung penulisnya saja, dan tentunya sesuai niat. Tulisan yang dibuat hanya untuk ditukar dengan sejumlah Rupiah atau Dolar, atau ditukar dengan popularitas, tentu saja berbeda dengan tulisan yang dibuat dengan hati dengan tujuan untuk saling mengingatkan. 

Nah, terbayang betapa beruntungnya saya mendapat kesempatan untuk menjadi admin yang memfasilitasi 50 orang dengan semangat menulis kebaikan? Ya, saya mendapat amanah untuk memandu Komunitas Ummi Menulis, sebuah komunitas baru yang digagas oleh Ummigroup untuk mengumpulkan penulis-penulis dengan visi-misi keislaman dan semangat berbagi kebaikan. Ada yang berasal dari luar Jakarta, luar Jawa, bahkan luar Indonesia. 

Jujur... Saya sebenarnya bukan orang yang lincah di sosial media atau grup whats app, sekian grup besar yang saya masuki rata-rata saya cuma pasif saja, hanya sebagai penikmat obrolan. Tapi sekarang saya harus menjadi admin?! Oke, baiklah, mudah-mudahan bisa amanah. Agak tidak menyangka, banyak penulis yang sudah kawakan dan namanya beredar di mana-mana pun, baik sebagai penulis buku maupun pemenang lomba kepenulisan, masih mau bergabung di Komunitas yang tidak menawarkan apapun selain wadah untuk berbagi ini. 

Dan, mereka semangat untuk menghasilkan tulisan yang bergizi untuk pembaca Ummi. Demikian pula ibu rumah tangga yang mendaftar komunitas ini, saya bisa bayangkan betapa kerjaan rumah tangga 24 jam sehari sudah sangat merepotkan, tapi mereka masih semangat menghasilkan karya, mengirim tulisan untuk berbagi. Bahkan ada siswa SMA yang belum genap 18 tahun, sampai plis...plis agar dimasukkan ke dalam komunitas ini agar bisa bergabung. Baiklah Dek, kamu jadi peserta termuda di komunitas ini. Hanya dibatasi 50 orang, dan lagi hanya bertemu di grup whats app, mungkin suatu saat bisa bertatap muka di gathering, akan tetapi saya bisa merasakan semangat berbagi yang luar biasa, dan saya merasa terhormat untuk menjadi fasilitator di komunitas ini. Bayangkan, ribuan tahun lalu Rasulullah Shalallaahu alaihi wassalaam bersabda, "Sampaikan dariku walau hanya satu ayat!" Jika masing-masing penulis menyampaikan tentang satu ayat saja, entah itu ayat mengenai kesehatan, kebersihan, kecantikan, kesabaran, kesyukuran, cinta, dan ayat-ayat lainnya, maka ada berapa kebaikan yang bisa disebarkan? Ditambah lagi jumlah pengunjung ummi-online dan annida-online yang mencapai 1,5 juta orang per bulannya, jika 1% saja dari pembaca merasakan manfaat dari artikel yang diposting, tentu ini menjadi sumber tenaga yang luar biasa untuk mencapai impian terbesar dalam menulis, apa itu? 

Ya, seperti yang sudah disebutkan di awal tadi, membeli surga, membeli keridhoan Allah! Tidak mudah untuk menulis di sela-sela waktu bekerja atau kuliah atau mengurus rumah tangga, saya paham sekali itu. Maka dari itu, saya mengapresiasi Sahabat-sahabat Ummi yang bersedia menyisihkan waktu dan pikiran untuk berbagi di komunitas
sumber: http://catlumb.com/

Ummi dan Annida ini media dakwah, milik kita semua, semoga akan terus demikian adanya di tengah gempuran media lain yang menghalalkan kebebasan sebebas-bebasnya.
Terimakasih dan selamat pada teman-teman yang telah bergabung, semoga Komunitas ini tak lantas menjadi beban, tapi justru semakin mempercepat Sahabat semua dalam mencapai impian sebagai penyebar kebaikan, semoga bergabung dengan komunitas ini membuat kita mendapat kesempatan untuk membeli surga-Nya, memperoleh ridho-Nya.
Aamiin.