Kamis, 07 Januari 2016

Tips Menulis di ummi-online.com

Hai,
Selamat datang di tahun 2016. Selamat berganti kalender dan membuka harapan baru.
Apakah ada di antara kalian yang sudah mencoba mengadu peruntungan di ummi-online.com? Jika ada yang belum, saatnya mengisi bulan baru di tahun baru ini dengan menantang diri sendiri untuk menjadi kontributor disana. Barangkali ini saatnya unjuk tulisan dan asah pikiran untuk menjadi penulis artikel terbanyak disana?


Menjadi kontributor sebuah web, belakangan banyak diincar. Selain menarik, honornya pun lumayan. Sebagai penulis, hal yang paling seru adalah berani menantang diri sendiri untuk membuat list artikel yang belum pernah dibuat oleh orang lain. Lumayan berat ya.. tapi jika kalian suka tantangan, pede dengan adrenalin yang menghentak, dan nggak suka menaiki banana boat, mengapa tidak? Hahaha.



Menantang diri untuk menulis, bisa dimulai dari sini.

November kemarin, saya bersuka cita karena bisa menaklukan diri membuat 22 tulisan dalam sebulan disana. Catatan ini adalah poin penting untuk diingat diri sendiri agar nyantel, bahwa keberhasilan nggak akan hadir begitu saja tanpa dorongan disiplin dan kemauan. Dan sebagai pengingat, saya catat tekniknya:

  • Buat target dong, berapa jumlah artikel yang akan ditulis. Semakin tinggi target, semakin bagus. Tinggal konsisten saja!
  • Buat daftar artikel yang akan ditulis. Banyaklah membaca dan perhatikan poin utama dari bacaan tersebut. Setiap tema yang menarik, perlu dicatat. Judul atau idenya bisa saja dikembangkan ulang dengan buku lain dan saling dikaitkan. Sebaiknya, langsung tulis idenya hingga beberapa artikel dan taruh di dekat komputer kita. 
  • Mulailah menulis satu hari artikel. Jika sehari tidak menulis, katakan pada diri Anda bahwa Anda berhutang satu, dua atau lebih dan akan dibayar dengan sebuah tulisan ciamik di lain hari.
  • Jangan lupa, sertakan sumber di bawah artikel yang ditulis. Referensi sangat berarti bagi pembaca. Jika bentuknya pengalaman pribadi, bisa disebutkan sebagai pengalaman dalam artikel tersebut dan catatkan juga"terinspirasi dari buku dengan judul...."
  • Jangan sampai terlena dengan waktu ya. Jika ingin meraih sukses melalui tulisan ya disiplin dengan target.
  • Selalu cek, apakah tulisan kita sudah disetujui dengan melihat pada daftar artikel (list article)
Menulis melalui sistem ini sebenarnya memberi banyak bantuan bagi kita. Selain terpicu membaca buku, koran, laman blog, jurnal dan lain-lain, otak jadi refresh dan memori pun ter-update. Jadi tunggu apalagi? Yuk mulai terima tantangan. Hanya 200 kata per hari. Dan kuyakin kalian pasti bisa!
Soal honor.. itu adalah bonus atas kebaikan kita bersedekah pengetahuan.

Jumat, 18 Desember 2015

Mengolah Ide Menjadi Tulisan

Jika kalian tertarik untuk menulis, mulailah cari dan pikirkan idenya. Dan seperti kata banyak orang, gagasan atau ide ada dimana-mana. Sungguh!
Jika tak percaya, duduklah di stasiun dan amati antrian panjang di loket, maka kalian akan mendapatkan ide: "bagaimana mengatasi kebosanan di dalam antrian"; "bagaimana menjadi pengantri yang baik"; "bagaimana tips mengajarkan anak mengantri", dll yang bisa kalian pikirkan.

Jika kalian masuk ke dalam pasar, semakin berlimpahlah ide itu.
"bagaimana memilih sayuran yang segar", bagaimana memilih ikan yang segar", bagaimana mengolah sayuran yang sehat," apa saja yang bisa diajarkan anak ke pasar", dll.

Hmm.. banyak sekali.
dan blog atau catatan untuk belajar nulis kalian pun akan bertaburan ide.
Sayangnya, saat akan menulis, muncul kegalauan. Bagaimana memulainya? Padahal ide per tema sudah tercatat sempurna.
Apa kata yang tepat untuk memulainya?
Tenanglah, saya pun pernah merasakan hal yang demikian. Dan kegalauan itu tidak usai secepat musim berganti. Saya masih mengalaminya hingga kini. Sungguh, saya sedang tidak bercanda. Oleh karena itu saya akan menemani kalian bergalau ria dan berbagi kemampuan untuk menulis.

Terinspirasi dari karya R. Masri Sareb Putra dalam "How To Write Your Own Text Book", beliau mengungkapkan bahwa menulis itu ibarat membangun sebuah rumah. Bayangkanlah atau gambarlah bangunan tersebut. Ada atap yang disusun dengan genteng, tembok yang dibangun dengan semen dan pasir, kusen pintu dan jendela dari kayu, paku dan diwarnai dengan cat. Semua bahan itu tidak berdiri sendiri-sendiri. Semuanya dijadikan satu membentuk rumah.
Maka demikianlah dengan sebuah tulisan.

Jika sebuah tulisan berdiri dari satu sumber, mungkin yang terjadi adalah sebuah karya peniruan. Dan para penulis berhasil membuat tulisan, berawal dari berbagai sumber yang telah diolah menjadi materi kasar lalu diperhalus menjadi kalimat cantik, menarik dan penuh makna. 

Misalnya, tulisan ini.
Saya menemukan ide dari tulisan Bang Masri yang seorang wartawan dan penulis. Ia membuat saya menulis ini. Membuat saya mengolah berbagai pengalaman saya hingga menjadi bahan tulisan di postingan ini. Selama saya tidak membuang sumber ide atau mengklaim bahwa ide itu ide saya (alias tetap mencantumkan sumbernya) maka kalian pun bisa menulis sama seperti ini. 

Jadi, tetap jaga kejujuran hati kita dalam menulis. Jangan serta merta bangga bisa membuat tulisan bagus jika ternyata itu sebuah plagiarisme. Penulis yang baik adalah penulis yang menggunakan akal sehatnya dan hati nurani dalam mengambangkan ide.

Kembali ke masalah tulisan, mengolah materi membentuk sebuah paragraf bisa dimulai dari "kalimat pertanyaan"
  • Misal: Apa yang terjadi jika.......
  • Misal: Bagaimana jika...
  • Misal: Mengapa saat ini terjadi...
Atau mengawalinya dengan kalimat pernyataan:
  • Misal: Sebagaimana yang kita ketahui, mengantri adalah...
  • Misal: Stasiun adalah tempat....
  • Misal: Antri adalah suatu...
  • dll
Maka, begitulah cara memulainya. Setelah itu kalian bisa melanjutkan sendiri kalimat-kalimat pilihan atau mencobanya meniru kata pilihan yang biasa digunakan oleh penulis lain. Setelah itu masukkan beberapa sumber materi yang telah ditemukan dan modifikasikan dengan kata-kata menarik.

HIDUP PENUH IDE.. COBA DAN COBALAH DARI 1-2 PARAGRAF
SAYA PUN DEMIKIAN


"salam penulis"

Senin, 26 Oktober 2015

Berbisnis Kata

Benar. 
Menulis itu berbisnis kata. Kata-kata yang kita urai dalam sebuah kalimat haruslah 

  • mampu menarik pembaca,
  • bermanfaat bagi pembaca dan 
  • berkesan di hati pembaca. 
Jika ketiganya telah ada dalam sebuah tulisan baik artikel, buku, esai ataupun tulisan lainnya maka kita telah berhasil berbisnis kata. Dijamin pembaca akan mencari kita dan mengingat dengan baik apa yang kita tulis. Hebatnya jika tulisan kita cuma satu pun, bisa mengena banget di hati pembaca hingga menggerakkan pembaca untuk berbuat sama dengan isi tulisan kita.
Hebat kan?
Tapi bukan hebat yang kita cari. Sebagai penulis, berusahalah untuk tidak sekedar mendapat pengakuan dan pujian. Penulis harus berusaha agar bisa membuat pembaca merubah sikap dan perilakunya setelah membaca isi pikirannya.
Inilah mengapa penulis berperilaku bak penyuluh. Menyuluh dan menyuluh untuk sebuah perubahan.

Catatan berikut adalah ilmu yang dibagikan oleh Penulis Ari Kinoysan Wulandari dalam sebuah Kuliah Buku Anaknya. Yuk simak dan perhatikan kalimat-kalimatnya.

Pesan Arleen Amidjaja untuk jadi penulis buku anak:

Untuk menjadi seorang penulis, dibutuhkan 4P, yaitu:


Passion: Jika hati kita di sana, berarti interes kita memang di sana dan kita akan punya semangat yang cukup untuk menulis.

Patience: Jika hati kita di sana, kita akan punya kesabaran cukup yang akan tetap ada walaupun diuji berkali-kali (koleksi surat penolakan termasuk salah satu bukti kesabaran).

Persistence: Jika hati kita tidak di sana, kita tidak akan punya kekuatan untuk mencoba lagi dan mencoba lagi.
Perseverance: Jika hati kita tidak di sana, kita tidak akan bertahan lama dalam dunia tulis-menulis. 

Menulis dan Bertumbuhlah!

Oke. Kembali mengikuti kursus menulis cerita anak itu sesuatu banget. Artinya ada perbedaan pandangan yang kita dapatkan dan tentunya memori kita sendiri dalam menerima ilmu cernak saat dulu dan saat sekarang.

Jika dulu saya buta dan tuli maka sekarang yang kedua kalinya saya mulai mengasah kembali. Tak berarti saya melek lo.. saya masih tertatih untuk berjalan. Saya masih terus menumbuhkan semangat untuk istiqamah agar konsisten menulis. 

Maksudnya apa?
Maksudnya adalah kita sebagai penulis harus berani bertumbuh.
Tumbuh menambah ilmu baru meski dari orang yang sama maupun tumbuh mengorek informasi yang lebih banyak yang mungkin sempat terlewatkan saat dulu kita belajar.

Memang menjadi penulis itu nggak boleh stagnan, mudah puas dan begitu-begitu saja.
Harus berani ambil inovasi layaknya seorang wirausaha dan percaya diri. Siap terbuka menerima perubahan hidup dan gaya pembaca. Jadi bukan lagi jamannya merasa puaas saat sebuah tulisan kita atau puluhan tulisan kita termuat di sebuah koran lokal. Bisa jadi itu bukanlah sebuah pencapaian. Sebab prestasi menulis bisa diukur jika pembaca merasa beruntung dan mendapatkan manfaat dari sebuah bacaan yang kita tulis.

Minggu, 25 Oktober 2015

Menclok itu Baru Oke

Seorang sahabat bercerita, ia sedang suka menclok sana sini. Mencloknya tentu dalam maksud yang baik. Ya pastinya. Sebab kebiasaan menclok dia membuat saya pun tergiring untuk berbuat yang sama. Membuat saya tak segan memisahkan diri untuk sekedar menclok beberapa saat menjauh dari duniawi dan hingar bingarnya yang memusingkan kepala.

Sejak sahabat saya suka bersemedi di rumah ibadah, dimana pun ia melihat dan waktu memanggilnya. Sejak itu saya tergoda mencicipinya. Sejak itu saya merasakan nikmat yang sama. Sejak itu ada yang hilang jika saya nggak menclok sejenak hanya untuk melaporkan kesedihan saya dalam menghadapi si kecil yang mudah marah, saat saya tak bisa melunasi hutang saya, saat saya tidak akur dengan salah seorang ibu yang mudah marah, saat saya galau dengan dateline dan saat saya nggak dapat honor dari tulisan saya. Uhuk uhuk uhuk...

Sahabat saya memang baik hati. Dan saya bersyukur bukan karena dia tapi karena Dia. Saya bersyukur karena dengan bantuaNya dan melalui sahabat saya, saya jadi semangat hidup lagi. Jadi semangat menulis lagi dan jadi semangat cari duit lagi. Pastinya semangaaaaat untuk istiqamah.

Iya itu harus. Memasuki tahun baru islam, saya juga harus menjadi sosok yang baru. Yang menampilkan hati baru dihadapaNya dan membuat tulisan baru yang lebih segar. Agar pembaca saya tidak jenuh dan bahagia saat pegang buku saya yang baru.

My New Book
   

Jumat, 04 September 2015

Nasihat di Big Hero 6

Pasti sudah pernah menyaksikan film Big Hero 6. 
Berkat film ini saya yang nggak ngerti hal-hal yang berbau fisika jadi semakin bingung karena alur film ini sangat cepat dan memasukkan unsur fisika ke dalamnya. Untuk otak saya yang lelet, harus bolak-balik nonton. Dan saya telah tiga kali nonton untuk bisa memelajari cara pikir si pembuat naskah. Kece banget deh..Om Don Hall dan Paman Jordan Roberts

Jika Anda jeli, permainan kamera sangat hebat di scene kejar-kejaran Baymaxx dan Professor Callaghan. Itu memesona banget. Dan yang membanggakannya, cerita ini tak sekedar fiksi semata, tapi juga ada inspiratornya. 

Yuk TONTON! 
Nasihat di balik cerita yang bisa saya tangkap adalah

  • Jangan pernah menyerah dalam melakukan sesuatu dan membuat sesuatu yang baru. Coba lihat sudut pandang yang berbeda. Bisa dengan cara jengking ala Hiro Hamada (saat scene dia dijungkirbalikkan oleh Tadashi, kakaknya) atau dengan mendengarkan sajian soundtrack lagunya "Immortal" by Fall Out Boy.
  • Tak ada balas dendam di dunia ini. Yang ada lakukan kebaikan dan memerbaiki kekurangan yang bisa diperbuat oleh orang lain (baik sengaja maupun tidak)
  • Buatlah rencana yang matang dalam bertindak.. jangan turuti nafsu dan masukkan keegoisanmu demi sesuatu yang justru akan membuat sesuatu berantakan.
Setiap orang bisa jadi pahlawan, kamu pun bisa! Tentunya tanpa harus menjadi seorang Hiro atau memiliki Baymaxx dulu, okay?


Hasil gambar untuk big hero 6

Senin, 29 Juni 2015

Lowongan Penulis Ummi Online

Baru aja dapat info, dibukanya kembali lowongan pengisi blog (Penulis artikel)  Ummi Online (Majalah Digital Ummi) Edisi Juli. Syaratnya?
Check this:
  1. Terbuka bagi siapa pun yang berusia minimal 18 tahun
  2. Diutamakan memiliki whatsapp agar tergabung dalam Komunitas Ummi Online
  3. Membuat contoh artikel
  4. Mengirimkannya ke ummiannida.digital@gmail.com

Pengalaman menulis saya di Ummi Online, pernah saya tulis disini http://kettyh.blogspot.com/2015/04/menulis-untuk-majalah-ummi-online.html

Monggo... selamat mencoba beramal shalih melalui tulisan di media ini, karena batas waktu pengiriman hanya sampai tanggal 1 Juli. Buruan yak.... dan jangan lupa baca bismillah saat klik send :)