Jumat, 18 Desember 2015

Mengolah Ide Menjadi Tulisan

Jika kalian tertarik untuk menulis, mulailah cari dan pikirkan idenya. Dan seperti kata banyak orang, gagasan atau ide ada dimana-mana. Sungguh!
Jika tak percaya, duduklah di stasiun dan amati antrian panjang di loket, maka kalian akan mendapatkan ide: "bagaimana mengatasi kebosanan di dalam antrian"; "bagaimana menjadi pengantri yang baik"; "bagaimana tips mengajarkan anak mengantri", dll yang bisa kalian pikirkan.

Jika kalian masuk ke dalam pasar, semakin berlimpahlah ide itu.
"bagaimana memilih sayuran yang segar", bagaimana memilih ikan yang segar", bagaimana mengolah sayuran yang sehat," apa saja yang bisa diajarkan anak ke pasar", dll.

Hmm.. banyak sekali.
dan blog atau catatan untuk belajar nulis kalian pun akan bertaburan ide.
Sayangnya, saat akan menulis, muncul kegalauan. Bagaimana memulainya? Padahal ide per tema sudah tercatat sempurna.
Apa kata yang tepat untuk memulainya?
Tenanglah, saya pun pernah merasakan hal yang demikian. Dan kegalauan itu tidak usai secepat musim berganti. Saya masih mengalaminya hingga kini. Sungguh, saya sedang tidak bercanda. Oleh karena itu saya akan menemani kalian bergalau ria dan berbagi kemampuan untuk menulis.

Terinspirasi dari karya R. Masri Sareb Putra dalam "How To Write Your Own Text Book", beliau mengungkapkan bahwa menulis itu ibarat membangun sebuah rumah. Bayangkanlah atau gambarlah bangunan tersebut. Ada atap yang disusun dengan genteng, tembok yang dibangun dengan semen dan pasir, kusen pintu dan jendela dari kayu, paku dan diwarnai dengan cat. Semua bahan itu tidak berdiri sendiri-sendiri. Semuanya dijadikan satu membentuk rumah.
Maka demikianlah dengan sebuah tulisan.

Jika sebuah tulisan berdiri dari satu sumber, mungkin yang terjadi adalah sebuah karya peniruan. Dan para penulis berhasil membuat tulisan, berawal dari berbagai sumber yang telah diolah menjadi materi kasar lalu diperhalus menjadi kalimat cantik, menarik dan penuh makna. 

Misalnya, tulisan ini.
Saya menemukan ide dari tulisan Bang Masri yang seorang wartawan dan penulis. Ia membuat saya menulis ini. Membuat saya mengolah berbagai pengalaman saya hingga menjadi bahan tulisan di postingan ini. Selama saya tidak membuang sumber ide atau mengklaim bahwa ide itu ide saya (alias tetap mencantumkan sumbernya) maka kalian pun bisa menulis sama seperti ini. 

Jadi, tetap jaga kejujuran hati kita dalam menulis. Jangan serta merta bangga bisa membuat tulisan bagus jika ternyata itu sebuah plagiarisme. Penulis yang baik adalah penulis yang menggunakan akal sehatnya dan hati nurani dalam mengambangkan ide.

Kembali ke masalah tulisan, mengolah materi membentuk sebuah paragraf bisa dimulai dari "kalimat pertanyaan"
  • Misal: Apa yang terjadi jika.......
  • Misal: Bagaimana jika...
  • Misal: Mengapa saat ini terjadi...
Atau mengawalinya dengan kalimat pernyataan:
  • Misal: Sebagaimana yang kita ketahui, mengantri adalah...
  • Misal: Stasiun adalah tempat....
  • Misal: Antri adalah suatu...
  • dll
Maka, begitulah cara memulainya. Setelah itu kalian bisa melanjutkan sendiri kalimat-kalimat pilihan atau mencobanya meniru kata pilihan yang biasa digunakan oleh penulis lain. Setelah itu masukkan beberapa sumber materi yang telah ditemukan dan modifikasikan dengan kata-kata menarik.

HIDUP PENUH IDE.. COBA DAN COBALAH DARI 1-2 PARAGRAF
SAYA PUN DEMIKIAN


"salam penulis"

6 komentar:

  1. lagi punya ide mau membuat buku ttg alm suami utk Yoga anak kami semata wayang dan anak2nya kelak agar dia dapat mengenal sosok kakeknya, tapi bingung memulai dari yang mana , mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. strateginya harus dibuat outline dulu mba. Garis besar tema yang akan diambil per bab. Lalu kembangkan menjadi beberapa halaman. misal satu bab untuk 7-8 halaman ttg perhatian kecil ayah; ttg karakter ayah yg lucu; ttg rahasia kecil ayah; ttg sedekah ayah pd org lain yg tak diketahui; ttg derita ayah dll. kelompokkan mjd satu tema setiap bbrp kumpulan cerita. mk akan menjadi memoriable book yg menarik.

      Hapus
    2. mba maksih ya bantuannya, bermanfaat sekali

      Hapus
  2. Makasih sharingnya. Kadang sejaman gitu bisa cuma memandangi laptop, nggak ngetik2 :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba.. jadi sayang banget ya waktunya :)

      Hapus
  3. haha aku kadang kalo mau ngeblog juga males mau ngepost apa, ide keluarnya waktu nggak ngadep leptop:))

    BalasHapus

tinggalkan jejakmu kawan! dan selamat bereksperimen!